Upaya-upaya Penyempurnaan Administrasi


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring berkembangnya zaman, orang-orang semakin sadar betapa pentingnya pelaksanaan system administrasi Negara yang baik bagi keberhasilan pembangunan sebuah Negara. Hal tersebut disadari pula oleh bangsa Indonesia, mengingat Negara Indonesia diklasifikasikan sebagai Negara berkembang sehingga masih perlu banyak upaya-upaya penyempurnaan administrasi Negara.
Sebagai Negara berkembang, Indonesia memiliki banyak kekurangan-kekurangan dibidang administradi dan birokrasi, seperti Pola dasar administrasi publik atau administrasi negara bersifat jiplakan (imitative) daripada asli (indigenous). Negara-negara berkembang, baik negara yang pernah dijajah bangsa Barat maupun tidak, cenderung meniru sistem administrasi Barat. Birokrasi di negara berkembang kekurangan sumber daya manusia terampil untuk menyelenggarakan pembangunan. Kekurangan ini bukan dalam arti jumlah tetapi kualitas. Dalam jumlah justru sebaliknya, birokrasi di negara berkembang mengerjakan orang lebih dari yang diperlukan (overstaffed). Birokrasi lebih berorientasi kepada hal-hal lain daripada mengarah kepada yang benar-benar menghasilkan (production directed). Dengan kata lain, birokrat lebih berusaha mewujudkan tujuan pribadinya dibanding pencapaian sasaran-sasaran program.
Adanya kesenjangan yang lebar antara apa yang dinyatakan atau yang hendak ditampilkan dengan kenyataan (discrepency between form and reality). Ia menyebutkan fenomena umum ini sebagi formalisme, yaitu gejala yang lebih berpegang kepada wujud-wujud dan ekspresi-ekspresi formal dibanding yang sesungguhnya terjadi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Penyempurnaan Administrasi
Suatu usaha untuk menerapkan ide baru dalam system administrasi, serta dengan sadar memperbaiki system tersebut bagi pencapaian tujuan & sasaran pembangunan yg positif (Haka Been Lee). Perubahan langsung keseluruhan sistem administrasi untuk mencapai tujuan masyarakat yang menyeluruh (Yeheskiel Dror)
Penyempurnaan administrasi: suatu usaha sadar untuk melakukan perubahan dan penyesuain administrasi pemerintah untuk melakukan perbaikan administrasi pemerintah, yaitu:
a. Tujuan, susunan, prosedur organisasi lembaga negara baik yang bersifat departemental atau non departemental
b. Sistem dan prosedur pengurusan alat-alat negara termasuk sikap dan kesejahteraannya dengan maksud untuk meningkatkan efektivitas organisasi dalam mencapai pembangunan nasional
Berdasarkan definisi di atas dapat dipahami bahwa ada 2 faktor sebagai hubungan sebab akibat dalam penyempurnaan administrasi, yaitu:
a. Faktor penyebab: perubahan tujuan, struktur dan cara organisasi serta sikap aparat Negara
b. Faktor akibat: efektivitas organisasi
Ada 3 unsur yg membedakan upaya penyempurnaan administrasi dengan perubahan lainnya:
a. Kepentingan moral: menghilangkan cara yang salah di bidang administrasi
b. Perubahan terarah: sekali penyempurnaan dilakukan maka diusahakan penyempurnaan itu bersifat permanen.
c. Ketahanan administrasi: perlu ada dukungan politik agar perubahan status quo berjalan lancar

B. Faktor yang Mempengaruhi Penyempurnaan Administrasi:
a. Keadaan perubahan: tujuan, sasaran dsb
b. Agen pembaharu: orang yg melakukan perubahan
c. Faktor lingkungan: kondisi negara tsb
Berhasilnya penyempurnaan administrasi tergantung dari berapa banyak jumlah orang yang berpartisipasi secara langsung atau tidak langsung dalam proses perubahan yg dilaksanakan.
Menurut Ginandjar Kartasasmita penyempurnaan administrasi dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
Pembangunan Administrasi yang dilakukan di Negara berkembang
Pembaharuan Administras yang dilakukan di negaranegara yang administrasinya relatif mapan
Penyempurnaan administrasi harus disesuaikan dengan lingkungan. Lingkungan tersebut dinamakan lingkungan administrasi, lingkungan administrasi yaitu kondisi negara dan bangsa yang bersangkutan, meliputi bidang politik, ekonomi dan sosial.
Bidang politik, lingkungan administrasi meliputi sistem politik yang dianut, keterkaitan antara administrasi dengan pemegang kedaulatan dan kekuatan-kekuatan politik, partisipasi masyarakat dalam proses politik, derajat keterbukaan dan kebebasan mengeluarkan pendapat dan berserikat, kedudukan dan kekuatan hukum, serta perkembangan budaya dan kelembagaan politik pada umumnya.
Bidang ekonomi, tercermin dalam sistem ekonomi yang dianut, apakah ekonomi terbuka atau tertutup, ekonomi pasar atau ekonomi yang didominasi oleh pemerintah; tingkat perkembangan ekonomi yang diukur dari tingkat pendapatan atau perkwembangan struktur produksi dan ketenagakerjaan, tingkat pertumbuhan, kemantapan atau stabilitas ekonomi; tingkat kesejahteraan atau pemerataan pendapatan, perkembangan kelembagaan ekonomi; serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bidang sosial, banyak indikator yang telah dikembangkan di bidang pendidikan, seperti tingkat melek huruf dan partisipasi pendidikan di berbagai jenjang pendidikan; di bidang kesehatan, seperti usia harapan hidup, tingkat mortalitas ibu yang melahirkan atau bayi yang dilahirkan, derajat gizi masyarakat; kehidupan keagamaan; di bidang kependudukan seperti seperti pertambahan penduduk dan distribusi kepndudukan menurut berbagai ukuran antara lain gender, spasial, usia, dan sebagainya; perkembangan kelembagaan sosial budaya; serta aspek-aspek sosial budaya lain yang luas seperti nilai-nilai budaya tradisinal dan modern, antara lain sikap terhadap (etos) kerja, kedisplinan, dan lain sebagainya.
Dalam mengukur lingkungan administrasi untuk masing-masing bidang dapat dilakukan dgn:
􀂉 Bidang politik:
a. Sistem politik yg dianut
b. Hubungan administrasi dgn politik
c. keterbukaan
􀂉 Bidang ekonomi:
a. Sistem ekonomi yg dianut, terbuka atau tertutup
b. Ekonomi pasar/dominasi pemerintah
c. Tingkat pendapatan perkapita
􀂉 Bidang sosial:
a. Tingkat melek huruf
b. Tingkat pendidikan
c. Kesehatan masyarakat: harapan hidup, kematian bayi, dsb
Penyempurnaan Adminitrasi dapat dilakukan melalui beberapa strategi:
1. Strategi penyempurnaan menyeluruh
􀂉 Kepemimpinan dan massa mendukung
2. Strategi penyempurnaan sepotong-sepotong (incremental)
􀂉 Kepemimpinan/massa mendukung
3. Tidak ada strategi penyempurnaan
Kepemimpinan & massa tida ada yang mendukung
C. Filosofi Penyempurnaan Administrasi
Riggs melihat penyempurnaan Administrasi dapat dilakukan dengan cara:
1. Perubahan struktural
Perubahan struktur dan fungsi organisasi dalam suatu negara untuk mengoptimalkan kebutuhan, diferensiasi tinggi.
2. Perubahan kinerja
a. Menekankan pada teamwork (personal performance vs social performance)
b. Membedakan antara hasil (accomplishment) vs upaya yang dilakukan (endeavour), dalam penyempurnaan administrasi lebih ditekankan.
c. Efektivitas vs efisiensi
Wallis tentang penyempurnaan administrasi:
a. Perubahan harus merupakan perbaikan dari keadaan sebelumnya
b. Perbaikan diperoleh dengan upaya yang disengaja (deluberate) dan bukan terjadi secara kebetulan atau tanpa usaha
c. Perbaikan yang terjadi bersifat jangka panjang dan tidak sementara
Esman (1995): upaya memperbaiki kinerja birokrasi negara harus meliputi
a. Ketanggapan pengawasan politik
b. Efisiensi dalam penggunaan sumber daya
c. Efektivitas dalam pemberian pelayanan
D. Cara-cara Penyempurnaan Administrasi
1. Privatisasi dan Ko Produksi
Privatisasi merupakan pergeseran dari usaha yang dilakukan atau dimiliki oleh pemerintah ke swasta. Sebagai hasilnya, akan berkurang kecenderungan membesarnya peran pemerintah, pengendalian negara (state control) dan anggaran pemerintah. Selain itu juga akan mengurangi beban pemerintah terhadap aspek-aspek manajemen yang terlalu rinci (mikro) dan mengurangi keperluan subsidi.
Privatisasi: pergeseran usaha-usaha pemerintah ke swasta
Ko-produksi: kerjasama antara pemerintah dan swasta dalam mengadakan sesuatu
2. Debiroraktisasi dan Reorganisasi
Debirokratisasi merupakan usaha perampingan dan penyederhanaan birokrasi publik. Ini meliputi upaya penyempurnaan dalam pengambilan keputusan, perampingan organisasi pemerintah, dekonsentrasi kewenangan, peningkatan produktivitas sektor publik, rasionalisasi proses administrasi, penyederhanaan pola perijinan (seperti one stop service), diversifikasi dan desentralisasi sistm pelayanan, dan sebagainya.
a. Upaya untuk membuat birokrasi menjadi efektif dan efisien
b. Penataan ulang fungsi organisasi pemerintah sehingga tidak saling tumpang tindih fungsi
c. Pola organisasi menyesuaikan antara pola mekanik dan Organic
3. Perubahan Sikap Birokrasi
Patologi birokrasi di negara berkembang biasanya memiliki kecenderungan mengutamakan kepentingan sendiri (self-serving), mempertahankan status quo dan resisten terhadap perubahan, terpusat (centralized), dan sering kali menggunakan kewenangannya untuk kepentingannya sendiri. Oleh karena itu, penyempurnaan aparatur negara mutlak perlu dilakukan dengan mengubah sikap birokrasi. Sosok birokrasi yang diinginkan adalah membangun partisipasi masyarakat, berorientasi kepada yang lemah dan kurang berdaya (the under previlege), lebih bersifat mengarakan dan memberdayakan, serta mengembangkan keterbukaan dan kebertanggungjawaban.
a. Memperbaiki sikap birokrat sesuai dengan tuntutan masyarakatnya.
b. Birokrat tidak hanya bertuga sesuai aturan tetapi bagaimana menempatkan peraturan tersebut supaya cepat mengatasi masalah.
4. Etika birokrasi
a. Belum terciptanya tradisi administrasi yang baik
b. Keterbatasan SDM yang berkualitas sehingga menghambat tradisi administrasi yang baik
c. Sistem politik yang belum mapan
5. Deregulasi dan Regulasi
Deregulasi dimaksudkan untuk menggerakkan kegiatan ekonomi, sedangkan regulasi dimaksaudkan untuk melindungi dan memberi kesempatan bagi pihak yang lemah dan tertinggal untuk tumbuh.
Terkait globalisasi perlu ada tindakan untuk menggerakan (deregulasi) dan mengatasi kesenjangan ekonomi (regulasi)
Hambatan Penyempurnaan Administrasi (Wallis)
a. Kurang sadarnya tentang kinerja administrasi
b. Mendapat tentangan status quo
c. Sasaran, rencana, dan program penyempurnaan administrasi terlalu umum
d. Pengambil kebijakan tidak terlalu paham apa yang sedang terjadi atau apa yg harus dilakukan
e. Kegagalan menyebabkan keputus asaan.

E. Upaya Penyempurnaan Administrasi di Indonesia
Dalam rangka pelaksanaan pembangunan, usaha penyempurnaan administrasi pemerintahan ditujukan agar tidak hanya mampu menjalankan tugas-tugas umum pemerintahan tapi juga mampu melaksanakan tugas pembangunan yaitu dalam arti menyusun rencana, program serta pengendalian dari pelaksanaan pembangunan itu secara baik.
Usaha-usaha penyempurnaan dalam bidang administrasi, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan telah dilakukan secara terus menerus, terutama penyempurnaan perencanaan program dan proyek dalam rencana tahunan. Sebagai hasil dari penyempurnaan perencanaan itu maka tinjauan terhadap hasil pelaksanaan pembangunan dan perkiraan sumber-sumber pembiayaan dapat diselesaikan pada waktunya.
Selanjutnya atas dasar perkiraan itu dapat disusun rencana anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai pencerminan utama dari rencana tahunan. Dalam hubungan ini diadakan usaha-usaha peningkatan kemampuan unit-unit perencanaan departemen dan daerah serta hubungna kerja antar aparatur dalam bidang perencanaan. Disamping itu didalam pelaksanaan pembangunan telah pula dilakukan penyempurnaan sistem pembiayaan pembangunan dan pengawasan keuangan negara.
Hal lain yang tidak kalah penting dalam perhatian penyempurnaan administrasi yaitu penyempurnaan aparatur pemerintahan yang ditujukan supaya benar-benar menjadi alat pembangunan negara yang efektif dan efisien.
Sasaran dalam upaya penyempurnaan administrasi pemerintah di negara indonesia yaitu :
1. Meningkatkan pelaksanaaan fungsi dan hubungan kerja antar lembaga-lembaga negara
2. Meningkatkan dayaguna dan hasil guna seluruh aparatur negara dalam rangka peningkatan pelaksanaan tugas-tugas pembangunan dan orintasi pelayanan kepada masyarakat.
3. Meningkatkan pengawasan pembangunan dengan tetap mengusahakan keluwesan dalam pelaksanaan.
4. Meningkatkan produktivitas kerja, motivasi dan disiplin kerja.
5. Membina dan menyempurnakan badan-badan usaha ekonomi, lembaga-lembaga keuangan dalam rangka pembinaan dunia usaha.
6. Menyempurnakan administrasi pelaksanaan pembangunan, meliputi perencanaan operasional pembangunan, sistem anggaran dan pembiayaan pembangunan, masalah-masalah management dala pelaksanaan rencana tahunan.
Dengan adanya perkembangan dan perubahan ini, maka perlu adanya cara dan gaya pemerintahan (the ways of governing) yang dinamis dan tidak statis. Selain itu, administrasi negara akan dituntut untuk secara tepat berperan dalam suasana dimana manusia makin meningkat pendidikannya, makin terspesialisasi kebutuhannya, makin keras tuntutannya pada kualitas dan bukan pada ketersediaan, serta makin menuntut untuk berpartisipasi dalam proses yang menentukan nasibnya, dalam suasana pasar yang makin terbuka dan sistem informasi yang makin canggih dan cepat.
Dalam kaitan ini, bagi bangsa Indonesia ada dua pilihan atau alternatif kebijakan, yakni
1) perbaikan birokrasi berlangsung secara evolutif dan tidak bisa dipaksakan, atau
2) mempercepat proses perbaikan administrasi.
Untuk Indonesia, sebaiknya dipilih alternatif kedua dengan alasan-alasan sebagai berikut:
a. Ekonomi Indonesia saat ini ada pada ambang untuk meningkat dari ekonomi berpendapatan rendah menjadi ekonomi berpendapatan menengah.
b. Terjadinya transformasi dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern.
c. Masyarakat Indonesia telah teremansipasi dan terlepas dari perangkap keterbelakangan.
d. Globalisasi akan meningkatkan kadar keterbukaan informasi.

KESIMPULAN
Upaya penyempurnaan administrasi dilakukan secara sadar dan dimaksudkan untuk pembaharuan administrasi sehinga berdampak kepada pencapaian pembangunan pemerintahan yang lebih baik. Upaya penyempurnaan administrasi ini perlu dilakukan selaras dengan berkembangnya zaman yang kebutuhan dan masalah kenegaraan yang semakin rumit dan komplek.
Upaya penyempurnaan administrasi terus menerus dilakukan oleh negara indonesia. Hal ini diperkuat dengan kondisi pemerintahan negara indonesia yang diklasifikasikan sebagai negara berkembang dan masih banyak sekali indikator-indikator yang perlu penyempurnaan dan perbaiakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s